Peringatan Hari Musik Nasional 2026 di Sidoarjo Dimeriahkan Pertunjukan Seni dan Bagi Takjil
Dipublikasikan pada: 10 March 2026
Sidoarjo, Senin (9/3/2026) — Dewan Kesenian Sidoarjo bersama Forum Pamong Kebudayaan menggelar peringatan Hari Musik Nasional 2026 dengan pertunjukan berbagai genre musik di Paseban Alun-Alun Sidoarjo. Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan pembagian takjil kepada pengunjung yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Acara yang berlangsung di ruang terbuka publik tersebut menampilkan beragam pertunjukan musik, mulai dari musik tradisional hingga modern. Pertunjukan dibuka oleh Grup Keroncong Laras Merak yang menghadirkan alunan keroncong khas. Selanjutnya tampil grup patrol, musik tradisional khas Sidoarjo, yang menambah semarak suasana.
Penampilan berbeda juga hadir dari Orkestra Compas yang membawakan komposisi musik dengan iringan biola. Selain itu, grup band dari SMP Negeri 5 Sidoarjo turut memeriahkan acara, diikuti penampilan angklung yang memberikan warna musikal yang beragam dalam peringatan tersebut.
Menjelang waktu magrib, para seniman dan budayawan yang terlibat dalam kegiatan ini membagikan takjil kepada pengunjung Alun-Alun Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Setelah salat tarawih, suasana kembali meriah dengan penampilan Keroncong Impresif Riang Gembira yang membawakan lagu-lagu keroncong enerjik hingga mengajak pengunjung bergoyang menikmati alunan musik.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Vira Murti Kridalaksmi. Ia mengapresiasi kegiatan seni yang digelar di ruang publik tersebut.
“Kami senang sekali kegiatan ini bisa dilaksanakan di alun-alun sebagai ruang publik yang siapa saja bisa berkegiatan di sini,” ujarnya.
Turut hadir pula Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Sukartini, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para seniman dan budayawan di Sidoarjo.
Sebagai penutup, penampilan karawitan dari Wahyu Laras Ati dan Sri Kahuripan menghadirkan suasana penuh keakraban. Alunan macapat dari Jenggala Manik dan Forum Pamong Kebudayaan (FPK) turut menggema, menandai akhir rangkaian peringatan Hari Musik Nasional di Alun-Alun Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, Alun-Alun Sidoarjo diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, bermain, dan bersantai, tetapi juga berkembang sebagai ruang terbuka bagi kegiatan seni dan budaya masyarakat.[wha]
Kembali ke Daftar Berita
Acara yang berlangsung di ruang terbuka publik tersebut menampilkan beragam pertunjukan musik, mulai dari musik tradisional hingga modern. Pertunjukan dibuka oleh Grup Keroncong Laras Merak yang menghadirkan alunan keroncong khas. Selanjutnya tampil grup patrol, musik tradisional khas Sidoarjo, yang menambah semarak suasana.
Penampilan berbeda juga hadir dari Orkestra Compas yang membawakan komposisi musik dengan iringan biola. Selain itu, grup band dari SMP Negeri 5 Sidoarjo turut memeriahkan acara, diikuti penampilan angklung yang memberikan warna musikal yang beragam dalam peringatan tersebut.
Menjelang waktu magrib, para seniman dan budayawan yang terlibat dalam kegiatan ini membagikan takjil kepada pengunjung Alun-Alun Sidoarjo sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Setelah salat tarawih, suasana kembali meriah dengan penampilan Keroncong Impresif Riang Gembira yang membawakan lagu-lagu keroncong enerjik hingga mengajak pengunjung bergoyang menikmati alunan musik.
Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau, Vira Murti Kridalaksmi. Ia mengapresiasi kegiatan seni yang digelar di ruang publik tersebut.
“Kami senang sekali kegiatan ini bisa dilaksanakan di alun-alun sebagai ruang publik yang siapa saja bisa berkegiatan di sini,” ujarnya.
Turut hadir pula Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Sukartini, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap para seniman dan budayawan di Sidoarjo.
Sebagai penutup, penampilan karawitan dari Wahyu Laras Ati dan Sri Kahuripan menghadirkan suasana penuh keakraban. Alunan macapat dari Jenggala Manik dan Forum Pamong Kebudayaan (FPK) turut menggema, menandai akhir rangkaian peringatan Hari Musik Nasional di Alun-Alun Sidoarjo.
Melalui kegiatan ini, Alun-Alun Sidoarjo diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, bermain, dan bersantai, tetapi juga berkembang sebagai ruang terbuka bagi kegiatan seni dan budaya masyarakat.[wha]